PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI PESANTREN: MODEL PEMBERDAYAAN PARTISIPATIF BERBASIS ASET DI KABUPATEN JEMBER

Authors

  • Alfisyah Nurhayati UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Zainal Anshari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Siti Qurrotul Aini UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/adabiyah.v5i2.1377

Keywords:

sexual violence, Islamic boarding school, participatory empowerment, asset-based community development, Islamic education

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di pesantren melalui pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis aset di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada tiga pesantren, melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis empat modal aset, yaitu individu, sosial, budaya, dan agama, memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kesadaran kritis santri, memperkuat kapasitas perlindungan diri, serta mendorong partisipasi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman. Selain itu, pengembangan modul edukasi kontekstual terbukti efektif sebagai instrumen preventif dan operasional dalam menangani kekerasan seksual. Penelitian ini juga menemukan bahwa relasi kuasa yang hierarkis, budaya patriarki, lemahnya sistem kelembagaan, serta stigma sosial masih menjadi kendala utama dalam implementasi perlindungan santri. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan pemberdayaan berbasis aset dengan reformasi kelembagaan dan penggunaan modul edukasi dalam satu model yang komprehensif. Penelitian ini berkontribusi dalam penguatan kajian pendidikan Islam, khususnya dalam pengembangan sistem perlindungan santri yang partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan.

This study aims to develop a model for the prevention and handling of sexual violence in Islamic boarding schools through an asset-based participatory empowerment approach in Jember Regency. This research employs a qualitative approach with a case study design conducted in three pesantren, using participatory observation, in-depth interviews, focus group discussions, and documentation. The findings reveal that empowerment based on four key assets, namely individual, social, cultural, and religious capital, plays a significant role in enhancing students’ critical awareness, strengthening self-protection capacity, and encouraging active participation in creating a safer educational environment. In addition, the development of contextual educational modules proves to be an effective preventive and operational tool in addressing sexual violence. The study also identifies structural challenges, including hierarchical power relations, patriarchal culture, weak institutional systems, and social stigma, as major barriers to effective protection. The novelty of this study lies in integrating asset-based empowerment, institutional reform, and educational modules into a comprehensive model. This study contributes to the advancement of Islamic education discourse, particularly in developing participatory, contextual, and sustainable protection systems within pesantren.

References

Alhujaeli, A. F., Mufashil, M. R., & Haryanto, M. T. B. (2024). Pelanggaran HAM berupa pelecehan seksual di pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan di Indonesia. Studi Kritis Hukum dan Masyarakat.

Alim, A. (2011). Islamic education and human development. International Journal of Educational Development, 31(6), 602–609.

Aprilia, D. C., & Sururin, A. M. (2022). Kekerasan seksual di lingkungan pesantren. Journal on Education, 5(1).

Aristi, N., Janitra, P. A., & Prihandini, P. (2021). Fokus narasi kekerasan seksual pada portal berita daring selama pandemi COVID-19. Jurnal Kajian Komunikasi, 9(1).

Bafaqih, H., & Sa’adah, U. L. (2022). Pesantren ramah santri: Respons mencegah kekerasan di pesantren. LeECOM, 4(2).

BBC News Indonesia. (n.d.). Empat kasus kekerasan seksual oleh pimpinan pesantren di Jember dan Lampung: Menanti kesungguhan Kementerian Agama.

Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Harvard University Press.

CNN Indonesia. (n.d.). Daftar kasus kekerasan seksual di pesantren Indonesia.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Darmawan, R. (2022). Tinjauan kriminologi atas pelecehan seksual terhadap santri yang dilakukan pekerja dayah (Studi di Kabupaten Lhokseumawe). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum, 2(3).

Fauz, R. A. (2023). Kekerasan seksual di pesantren perspektif gender. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum, 4(5).

Halstead, J. M. (2004). An Islamic concept of education. Comparative Education, 40(4), 517–529.

Harlen, S. A. (2022). Pemenuhan hak santri atas kasus pelanggaran hak asasi manusia oleh oknum pondok pesantren. Jurnal HAM, 13(2).

Heise, L. L. (1998). Violence against women: An integrated, ecological framework. Violence Against Women, 4(3), 262–290.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community’s assets. Northwestern University.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.

Majid, N. (2022). Analisis kriminologi terhadap kekerasan anak di lingkungan pesantren perspektif hukum Islam. JARIAH: Jurnal Risalah Addaariya, 8(1).

Mathie, A., & Cunningham, G. (2003). From clients to citizens: Asset-based community development as a strategy for community-driven development. Development in Practice, 13(5), 474–486.

Matondang, F. S. P., Firman, F., & Ahmad, R. (2022). Bullying menjadi budaya pendidikan di lingkungan pesantren. Jurnal Keguruan, 10(2).

Merriam, S. B. (2009). Qualitative research: A guide to design and implementation. Jossey-Bass.

Muttaqin, M. R., & Zamroni. (2024). Optimisasi langkah-langkah preventif di pesantren Kalimantan Timur untuk menghindari pelecehan dan kekerasan seksual. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1).

Patton, M. Q. (2002). Qualitative research and evaluation methods (3rd ed.). Sage Publications.

Prameswara, D. R., & Firmansyah, H. (2023). Perlindungan hukum korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(4).

Prayuti, Y., & Jamaludin, A. (2022). Model pencegahan kejahatan seksual di lembaga pendidikan pesantren. Res Nullius Law Journal, 4(2).

Putri, F. P., Wilodati, & Komariah, S. (2022). Kekerasan seksual di lembaga pendidikan keagamaan: Relasi kuasa kyai terhadap santri perempuan di pesantren. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi.

Ramadhan, M. D., & Soeskandi, H. (2023). Perlindungan hukum yang diberikan terhadap anak yang menjadi korban kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren. Harmonization, 1(2).

Rofiah, A. (2016). Gender mainstreaming dalam kebijakan pendidikan Islam tahun 2010–2014. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 11(1).

Saimima, I. D. S., Noviansyah, Purnama, N. K. D. C., & Yudistira, W. A. (2022). Kekerasan seksual di lembaga pendidikan berdasarkan Permendikbud No. 30 Tahun 2021 dan UU TPKS Tahun 2022. Abdi Bhara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1).

Salamor, Y. B., & Salamor, A. M. (2022). Kekerasan seksual terhadap perempuan (Kajian perbandingan Indonesia–India). Balobe Law Journal, 2(1).

Trihadi, G. S., Christanto, D. M., Alaikassalam, I. A., Nugraha, G. D., & Azhar, I. A. (2023). Analisa fenomena kekerasan seksual di lingkungan pesantren dalam sudut pandang agama. Moderasi: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 1(1).

Tuliah, S. (2018). Kajian motif pelaku kekerasan seksual terhadap anak melalui modus operandi di lingkungan keluarga. e-Journal Sosiatri-Sosiologi, 6(2).

UNESCO. (2018). International technical guidance on sexuality education.

UNICEF. (2019). A familiar face: Violence in the lives of children and adolescents.

Voth, A. R., et al. (2024). Pencegahan kekerasan di lingkungan pondok pesantren dengan mengenali berbagai faktor kekerasan di lingkungan pondok pesantren (boarding school). Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial dan Humaniora.

World Health Organization. (2013). Global and regional estimates of violence against women.

World Health Organization. (2021). Violence against women prevalence estimates.

Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of community psychology (pp. 43–63). Springer.

Downloads

Published

2026-04-11

How to Cite

Nurhayati, A., Anshari, Z., & Aini, S. Q. (2026). PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI PESANTREN: MODEL PEMBERDAYAAN PARTISIPATIF BERBASIS ASET DI KABUPATEN JEMBER. AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(2), 257–168. https://doi.org/10.35719/adabiyah.v5i2.1377