ISLAMIC EDUPRENEURSHIP-BASED STRENGTHENING OF PESANTREN ECONOMY THROUGH HYDROPONIC CULTIVATION AT AL-UTSMANI ISLAMIC BOARDING SCHOOL, BONDOWOSO

Authors

  •   Dawimatus Sholihah   STAI Al-Utsmani Bondowoso
  •   Wildatul Jannah   STAI Al-Utsmani Bondowoso

DOI:

https://doi.org/10.35719/adabiyah.v6i1.926

  Keywords:

Islamic edupreneurship, pesantren economy, hydroponic cultivation, ABCD approach, digital marketing, community empowerment

Abstract

The COVID-19 pandemic has significantly impacted the financial sustainability of Islamic boarding schools (pesantren), which predominantly rely on student fees. To address these challenges, Al-Utsmani Islamic Boarding School in Bondowoso initiated an Islamic edupreneurship-based community service program focused on hydroponic cultivation. This initiative aimed to (1) enhance the skills of students and administrators in hydroponic farming, (2) promote pesantren economic independence, and (3) integrate digital marketing and agro-tourism strategies. Implemented using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, the program leveraged the pesantren’s existing assets, including human resources, infrastructure, and agricultural potential. As a result, students and staff who were previously unfamiliar with hydroponic systems acquired practical farming and marketing skills. The program not only fostered entrepreneurial capacity but also laid the foundation for sustainable economic development within the pesantren environment. Nevertheless, challenges such as limited funding and market access highlight the need for further institutional and governmental support.

Pandemi COVID-19 telah berdampak signifikan terhadap keberlanjutan finansial pesantren yang mayoritas bergantung pada dana dari santri. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pondok Pesantren Al-Utsmani Bondowoso melaksanakan program pengabdian berbasis edupreneurship Islam yang berfokus pada budidaya tanaman hidroponik. Inisiatif ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan santri dan pengelola pesantren dalam bercocok tanam secara hidroponik, (2) mendorong kemandirian ekonomi pesantren, dan (3) mengintegrasikan strategi pemasaran digital serta pengembangan kawasan agrowisata. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang memanfaatkan berbagai aset yang telah dimiliki pesantren, termasuk sumber daya manusia, infrastruktur, dan potensi pertanian. Hasilnya, para santri dan pengelola yang sebelumnya belum mengenal sistem hidroponik kini mampu menerapkan keterampilan bercocok tanam dan strategi pemasaran produk. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kewirausahaan, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan ekonomi berkelanjutan di lingkungan pesantren. Namun demikian, keterbatasan dana dan akses pasar menjadi tantangan yang perlu mendapat dukungan lebih lanjut dari lembaga dan pemerintah.

References

Adimihardja, K., & Hikmat, I. H. (2003). Participatory research appraisal: Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Humaniora.

Afandi, A. (2022). Metodologi pengabdian masyarakat. Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

Aini, N., & Azizah, N. (2018). Teknologi budidaya tanaman secara hidroponik. UB Press.

Al Idrus, S. (2023). Pengembangan ekonomi pesantren melalui gerakan wirausaha. Media Nusa Creativ.

Alon-Barkat, S., & Busuioc, M. (2021). Community empowerment and resource dependency in development programs. Governance, 34(2), 289–308.

Almaarif, A., Belasunda, R., Rahadianto, I. D., Tohir, M., Saedudin, R. R., Lionardi, A., & Ningrum, N. N. (2022). Hidroponik sebagai strategi penguatan masyarakat ekonomi digital di Pesantren Miftahul Falah Bandung. Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika, 2(1), 27–33.

Ahmad, A., Husna, R., & Munir, R. (2023). Islamic education and entrepreneurship: Strengthening pesantren economy through integrated curriculum. International Journal of Islamic Studies and Culture, 5(1), 22–34.

Arismayanti, N. K., Andriani, N. D., & Pitana, I. G. (2022). Digital marketing: Teori konsep dan implementasinya dalam pariwisata. KBM Indonesia.

Baihaqi, A., et al. (2022). Agribisnis hidroponik bagi entrepreneur: Budidaya hingga pemasaran digital. Syiah Kuala University Press.

Choir, A. (2023). Manajemen entrepreneurship pesantren. Adab CV Adanu Abimata.

Daulay, S., et al. (2024). Pesantren agrobisnis entrepreneurship: Kemandirian kaum santri menggapai hidup sejahtera. UMSU Press.

Dewi, S. R., et al. (2021). Pemberdayaan ekonomi kerakyatan. PT Nasya Expanding Management.

Gümüsay, A. A. (2015). Entrepreneurship from an Islamic perspective. Journal of Business Ethics, 130(1), 199–208.

Harinie, L. T., Santoso, F. I., et al. (2024). Pemasaran digital. Intelektual Manifes Media.

Hassan, M. K., Basheer, M. F., & Shah, S. G. (2022). Islamic social entrepreneurship: Principles, performance, and impact. International Journal of Ethics and Systems, 38(3), 381–399.

Herwibowo, K., & Budiana, N. S. (2014). Hidroponik sayuran. Penebar Swadaya.

Irawan, E. (2020). Model pengabdian berbasis kompetisi. Zahir Publishing.

Izzuddin, A. (2016). Wirausaha santri berbasis budidaya tanaman hidroponik. Jurnal Pengabdian Masyarakat/DIMAS, 12(2), 351–366.

Jingga, T. Z., et al. (2022). Smart agriculture: Budidaya hidroponik dengan sistem cerdas. Goresan Pena.

Kuswati, S. A., & Tiara, L. H. (2022). Pemberdayaan ekonomi santri PP. NURIS Silo melalui wirausaha produk hidroponik. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 13(4), 707–712.

Makki, M., & Subairi, H. (2020). Peningkatan ekonomi pesantren melalui budidaya vanili dengan sistem agrikultur di Kabupaten Bondowoso. Jurnal …, 6(1), 40–57. [Journal name needed].

Mathie, A., & Cunningham, G. (2003). From clients to citizens: Asset-based community development as a strategy for community-driven development. Development in Practice, 13(5), 474–486.

Miradj, S., & Sofwan, I. (2021). Pemberdayaan masyarakat miskin melalui pendidikan nonformal. CV Bayfa Cendekia Indonesia.

Mukhlis, Ramadhani, Iqbal, & Ratnawita, et al. (2023). Digital marketing strategy. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Nadzir, M. (2015). Membangun pemberdayaan ekonomi di pesantren. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 6(1), 37–56.

Nugroho, A. S. (2021). Digital marketing: Teori dan implementasi. Guepedia.

Putra, R. N., et al. (2014). Dampak program pemberdayaan santri dalam meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan agribisnis di Pondok Pesantren Al-Ittifaq Bandung. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 11(2).

Putu, I. G. D., & Rahayu, S. (2022). Model pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dan peran pemerintah. Ahlimedia Press.

Rahmawati, D., Setiawan, I., & Karyani, T. (2023). Pengembangan agribisnis pesantren (Studi kasus di Pondok Pesantren Al-Ittifaq Boarding School Ciwidey Bandung). Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 9(2), 1632–1652.

Rusydiyah, E. F., Rakhmawati, R., Farisia, H., Kurniawan, A. P., Indarwati, D., & Ahmad, A. S. (2018). Akselerasi Surabaya sebagai kota literasi melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) literasi berbasis pendekatan Asset Based Community Driven-Development (ABCD). [Journal name needed].

Sharma, A., Singh, R. K., & Madaan, J. (2020). Logistics and cold chain management for agricultural products. International Journal of Supply Chain Management, 9(3), 103–114.

Surya, J., Iqbal, M., & Fakhruddin. (2024). Strategi pemasaran teknologi digital pada bidang pemasaran. Wawasan Ilmu.

Susilo, H., Mardiani, D. P., & Widyaswari, M. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui komunitas belajar. CV Bayfa Cendekia Indonesia.

Usvita, M., Desda, M. M., et al. (2023). Manajemen pemasaran e-commerce. CV Gita Lentera.

Wekke, I. S. (2022). Metode pengabdian masyarakat: Dari rancangan ke publikasi. Adab.

Wibowo, D. E., Madusari, B. D., & Ardianingsih, A. (2020). Pemberdayaan keluarga menghadapi pandemi Covid-19 dengan penanaman dan pemanfaatan tanaman obat keluarga di Kelurahan Degayu Kecamatan Pekalongan Utara. PENA ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1).

Yamali, F. R., & Putri, R. N. (2020). Dampak Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 4(2), 384–388.

Yusoff, M. S., Ghazali, N. M., & Harun, M. F. M. (2020). Islamic boarding schools and the development of entrepreneurial skills. Journal of Islamic Education Studies, 8(1), 45–60.

Downloads

Published

2025-04-20

How to Cite

Sholihah, D. ., & Jannah, W. . (2025). ISLAMIC EDUPRENEURSHIP-BASED STRENGTHENING OF PESANTREN ECONOMY THROUGH HYDROPONIC CULTIVATION AT AL-UTSMANI ISLAMIC BOARDING SCHOOL, BONDOWOSO. AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 15–24. https://doi.org/10.35719/adabiyah.v6i1.926