DIGITAL TRANSFORMATION IN ISLAMIC EDUCATION: CURRICULUM MERDEKA-BASED LEARNING STRATEGIES TO ENHANCE STUDENT AUTONOMY AND INNOVATION

Authors

  •   Nur Azizah   Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  •   Lilis Permita Sari   Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  •   Arin Setiani   Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.35719/adabiyah.v6i1.947

  Keywords:

Merdeka Curriculum, Islamic Education, Digital Transformation, TPACK V, Value-based Learning, Student Autonomy

Abstract

This study explores the integration of digital transformation within Islamic education through the lens of the Merdeka Curriculum, emphasizing strategies that foster student autonomy and innovation while preserving Islamic values. Utilizing a qualitative literature review, the research critically analyzes various sources to construct an integrative framework combining pedagogical, technological, ethical, and spiritual dimensions. The findings highlight that successful implementation depends on teacher readiness, school leadership, and reflective learning cultures. A novel contribution of this study is the development of the TPACK+V (Value-sensitivity) model and a value-based technology integration framework, which contextualize digital tools within the moral and spiritual fabric of Islamic education. Case studies illustrate best practices in high-performing schools, while challenges in 3T (frontier, outermost, and disadvantaged) regions underscore the need for differentiated policies. Ultimately, the study offers strategic insights for designing transformative, ethical, and inclusive digital learning in Islamic educational contexts.

Penelitian ini mengkaji integrasi transformasi digital dalam pendidikan Islam melalui pendekatan Kurikulum Merdeka, dengan penekanan pada strategi yang mendorong kemandirian dan inovasi peserta didik sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman. Menggunakan metode tinjauan pustaka kualitatif, studi ini secara kritis menganalisis berbagai sumber untuk membangun kerangka kerja integratif yang mencakup dimensi pedagogis, teknologis, etis, dan spiritual. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, kepemimpinan sekolah, dan budaya pembelajaran reflektif. Kontribusi baru dari penelitian ini adalah pengembangan model TPACK+V (Value-sensitivity) serta kerangka integrasi teknologi berbasis nilai, yang mengontekstualisasikan penggunaan digital dalam bingkai moral dan spiritual pendidikan Islam. Studi kasus menunjukkan praktik terbaik di sekolah-sekolah unggulan, sementara tantangan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) menegaskan perlunya kebijakan yang bersifat diferensial. Pada akhirnya, penelitian ini menawarkan wawasan strategis untuk merancang pembelajaran digital yang transformatif, etis, dan inklusif dalam konteks pendidikan Islam.

References

Abdurrahman. (2019). Kurikulum dan tradisi belajar pada sistem pendidikan Islam abad-20. Conciencia: Journal of Islamic Education, 19(2).

Abdurrahmansyah, Afriansyah, Syafran, & Nasution, N. H. (2023). Character education elementary school students in Palembang City: A study of curriculum implementation and character learning during the COVID-19 pandemic. Conciencia: Journal of Islamic Education, 3(2).

Bergmann, J., & Sams, A. (2012). Flip your classroom: Reach every student in every class every day. International Society for Technology in Education.

Dewi, A. C. (2024). Peran teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Jurnal Riset Guru Indonesia, 3(3), 165–170.

Graham, C. R., Woodfield, W., & Harrison, J. B. (2013). A framework for institutional adoption and implementation of blended learning in higher education. The Internet and Higher Education, 18, 4–14

Hendrawan, D., & Susanti, I. (2022). Peran teknologi pendidikan dalam mendukung efektivitas pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di perguruan tinggi. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(2), 11–20.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kustiyono, K. (2023). Pengembangan teknologi informasi dalam pendidikan. Jurnal Bakti Humaniora, 3(1), 3594.

Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054.

Norpin, N., Naibaho, L., & Rantung, D. A. (2023). Peran teknologi dalam proses pembelajaran. Jurnal Kolaboratif Sains, 3(1), 4896.

Sibuea, P., Harahap, M. K., & Dalimunthe, F. A. (2022). Peran teknologi pendidikan dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 12163.

Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.

Wardani, D. K., Prasetyo, A. P. B., & Mukti, F. (2023). Evaluasi model pembelajaran berbasis teknologi dalam pendidikan dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Indonesia, 5(1), 45–56.

Downloads

Published

2025-05-02

How to Cite

Azizah , N. ., Sari , L. P. ., & Setiani , A. . (2025). DIGITAL TRANSFORMATION IN ISLAMIC EDUCATION: CURRICULUM MERDEKA-BASED LEARNING STRATEGIES TO ENHANCE STUDENT AUTONOMY AND INNOVATION. AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 75–83. https://doi.org/10.35719/adabiyah.v6i1.947